Pendahuluan Di lanskap keamanan siber saat ini, ancaman canggih sering kali berhasil menembus perimeter pertahanan, membuat pendekatan tradisional untuk menjaga ancaman di luar tidak lagi cukup. Menurut laporan ExtraHop pada 12 September 2025, fokus keamanan telah bergeser dari “bagaimana mencegah ancaman masuk” menjadi “seberapa cepat kita bisa mendeteksi dan menahan ancaman yang sudah ada di dalam.” Selama lebih dari lima tahun, kemitraan ExtraHop dan CrowdStrike telah memberikan solusi terintegrasi yang memberikan visibilitas menyeluruh, menggabungkan pemantauan jaringan ExtraHop dengan visibilitas perangkat CrowdStrike. Integrasi ini memungkinkan tim keamanan mendeteksi dan menghentikan ancaman dengan cepat dan presisi, mendefinisikan ulang standar untuk Security Operations Center (SOC). Artikel ini menguraikan empat cara kemitraan ini memodernisasi SOC—pemburuan ancaman proaktif, menghilangkan risiko AI bayangan, memastikan kepatuhan, dan mempercepat investigasi ransomware—dengan wawasan dari laporan Gartner tentang peningkatan ancaman internal hingga 20% pada 2025. 1. Melakukan Pemburuan Ancaman Proaktif Pemburuan ancaman sering kali terhambat oleh silo data, di mana alat tradisional hanya memberikan pandangan terperinci pada satu perangkat tanpa konteks ancaman yang bergerak melalui jaringan. Kemitraan ExtraHop dan CrowdStrike menghancurkan silo ini dengan menggabungkan visibilitas jaringan dan endpoint untuk pandangan terpadu. ExtraHop memantau, mendekripsi, dan menganalisis semua lalu lintas jaringan, sementara CrowdStrike memberikan visibilitas mendetail pada setiap perangkat. Integrasi ini memungkinkan tim SOC untuk: Menggabungkan Data Jaringan dan Endpoint: Mengkorelasikan data untuk melacak ancaman dengan kecepatan dan akurasi lebih tinggi. Penyimpanan Intelijen Jaringan Jangka Panjang: Memungkinkan pencarian cepat untuk menilai aktivitas historis dan saat ini, membantu memahami ruang lingkup serangan. Menghilangkan Titik Buta: Memberikan visibilitas komprehensif untuk mendeteksi ancaman yang bersembunyi di jaringan. Sebuah postingan di X oleh @ExtraHop pada 13 September 2025 menyoroti bahwa integrasi ini memungkinkan pemburuan ancaman yang lebih cepat hingga 40% dibandingkan alat tradisional. 2. Menghilangkan Risiko AI Bayangan Proliferasi aplikasi dan layanan AI yang tidak disetujui, atau shadow AI, meningkatkan risiko eksposur data, eksfiltrasi, dan ketidakpatuhan. Alat-alat ini sering kali melewati kontrol keamanan, menciptakan titik buta yang dapat dieksploitasi penyerang. Integrasi ExtraHop dan CrowdStrike mengatasi tantangan ini dengan: Telemetri Jaringan Mendalam: ExtraHop mendeteksi lalu lintas AI yang tidak disetujui di seluruh infrastruktur. Integrasi dengan Falcon Next-Gen SIEM: Menggabungkan data pihak pertama dan ketiga untuk memetakan jejak AI. Remediasi Otomatis via Falcon Fusion SOAR: Memungkinkan respons cepat untuk menahan aplikasi AI berisiko. Menurut laporan Gartner 2025, penggunaan shadow AI meningkatkan risiko pelanggaran data hingga 25%, menekankan pentingnya visibilitas terpadu yang ditawarkan oleh kemitraan ini. 3. Memastikan Kepatuhan dan Kebersihan Keamanan Mempertahankan kepatuhan dan kebersihan keamanan memerlukan visibilitas penuh terhadap semua perangkat dan komunikasi dalam jaringan. Integrasi ExtraHop dan CrowdStrike memberikan: Penemuan Aset Berkelanjutan: Mendeteksi dan memantau perangkat yang tidak dikenal atau tidak dikelola, seperti perangkat IoT, ponsel, atau tablet di jaringan kesehatan. Pemantauan Komprehensif: Memastikan aset baru tidak menjadi titik lemah dalam rantai keamanan. Penegakan Kebijakan dan Kontrol: Memenuhi persyaratan kepatuhan seperti HIPAA atau PCI DSS dengan memantau dan mengamankan komunikasi perangkat. Sebagai contoh, ketika perangkat IoT baru terhubung ke jaringan kesehatan, alat keamanan ExtraHop dan CrowdStrike akan langsung menemukan, memantau, dan melindungi komunikasinya, mencegahnya menjadi pintu terbuka bagi penyerang. 4. Mempercepat Investigasi Ransomware Serangan ransomware bergantung pada waktu; semakin lama penyerang tidak terdeteksi, semakin besar kerusakan yang dapat mereka timbulkan. Kemitraan ExtraHop dan CrowdStrike dirancang untuk mencegah penyerang bersembunyi dengan menggabungkan keamanan jaringan dan endpoint: Deteksi Ancaman Tersembunyi: Machine learning ExtraHop mendeteksi ancaman seperti pergerakan lateral dari perangkat tidak dikelola dan mengirimkan peringatan berkualitas tinggi ke platform CrowdStrike Falcon. Respons Instan: Tim dapat menahan ancaman dengan satu klik atau melalui playbook otomatis untuk respons cepat. Forensik Pasca-Serangan: Forensik tingkat paket memastikan jaringan benar-benar bersih setelah serangan, mencegah infeksi ulang dan meningkatkan ketahanan. Laporan IBM 2024 menyatakan bahwa waktu respons rata-rata untuk serangan ransomware adalah 11 hari; integrasi ini dapat mengurangi waktu tersebut hingga 70%, menurut ExtraHop. Kesimpulan Kemitraan ExtraHop dan CrowdStrike memodernisasi SOC dengan memberikan visibilitas menyeluruh, respons cepat, dan ketahanan terhadap ancaman canggih. Dengan mengatasi pemburuan ancaman proaktif, risiko shadow AI, kepatuhan, dan investigasi ransomware, integrasi ini menghilangkan silo data dan memperkuat tim keamanan untuk menghadapi ancaman internal. Dalam lanskap ancaman yang semakin kompleks, ExtraHop RevealX 360 dan platform CrowdStrike Falcon memberikan kombinasi kuat dari visibilitas jaringan dan endpoint, memastikan organisasi tetap selangkah di depan penyerang. Dengan mendukung deteksi cepat, remediasi otomatis, dan kepatuhan berkelanjutan, kemitraan ini menetapkan standar baru untuk operasi keamanan di era 2025. Temukan bagaimana kemitraan ExtraHop dan CrowdStrike serta iLogo Indonesia dapat memperkuat SOC Anda. Kunjungi extrahop.ilogoindonesia.id untuk menjadwalkan demo RevealX 360 atau temui kami di Fal.Con 2025 di Las Vegas, 15-18 September (booth #1208). Mulailah sekarang untuk meningkatkan visibilitas dan respons keamanan Anda!
- (021) 53660861
- extrahop@ilogoindonesia.id
- AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5